
MATATELINGA – Ikatan Keluarga Besar Gunungtua dan Sekitarnya (IGABETUA) menggelar acara Halal Bihalal (HBH) Tahun 2026 yang berlangsung meriah pada Minggu, 19 April 2026, bertepatan dengan 1 Dzulqo’dah 1447 H. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Aula Sasana Adhika Karya, Badan Diklat Kejaksaan Republik Indonesia, Ragunan, Jakarta Selatan.
Oleh: HMD. Harahap
Acara tersebut dihadiri ratusan anggota dan simpatisan dari berbagai wilayah Jabodetabek-Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi-bahkan dari luar daerah seperti Sukabumi, Bandung, dan Banten. Mengusung tema “Jalin Silaturrahmi dan Saling Memaafkan untuk Kembali di Hari Raya Idul Fitri”, suasana kegiatan berlangsung hangat, penuh keakraban, kekeluargaan, dan riang gembira. Hiburan orgen tunggal “Harahap Bersaudara” pimpinan Madan Harahap turut memeriahkan acara.
Sejumlah tokoh dan hatobangon IGABETUA turut hadir, di antaranya H. Maradaman Harahap, H. Charles Mindamora Harahap, H. Babul Khoir Harahap, H. Ahmad Zubeir Harahap, H. Syamsul Bahri Harahap, H. Nasir Suregar, dan H. Syamsul Efendi Sitanggang. Selain itu, tampak pula kehadiran pengurus Parsadaan Parpaluta serta berbagai parsadaan lainnya seperti Luat Portibi, IKM/Halongonan, Parpateng, Parpajul, PSBB, Mahajaya, Rambe, dan lainnya.
Ketua Panitia, Bani Kohar Harahap, SH., LLM., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik secara moril maupun materiil, sehingga acara dapat terlaksana dengan baik. Bani Kohar, yang merupakan putra pertama dari Babul Khoir Harahap, menilai tingginya antusiasme kehadiran dan partisipasi keluarga besar IGABETUA menjadi indikator kuat bahwa semangat kebersamaan dan rasa memiliki terhadap organisasi masih terjaga dengan baik.
Ia juga menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum strategis untuk mempererat kembali hubungan kekeluargaan setelah menjalani ibadah Ramadan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang penting untuk memperkuat nilai kebersamaan, memperkokoh silaturahmi, serta membangun kembali komunikasi yang mungkin terhambat oleh kesibukan masing-masing.
Sementara itu, Ketua Umum IGABETUA, Safaruddin Harahap, menyampaikan apresiasi kepada panitia atas kerja keras yang telah dilakukan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir di tengah padatnya aktivitas masing-masing.
Safaruddin menegaskan bahwa Halal Bihalal memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai tradisi tahunan, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah, memperkuat kebersamaan, serta menjaga keharmonisan hubungan dalam keluarga besar IGABETUA. Ia berharap ke depan organisasi ini semakin solid dengan dukungan penuh seluruh anggotanya, serta tetap menjaga nilai-nilai kekeluargaan sebagai kekuatan utama.
Dari unsur hatobangon, sambutan disampaikan oleh H. Maradaman Harahap. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada panitia atas keberhasilan menyelenggarakan acara yang dinilainya tidak mudah. Menurutnya, sejak awal pembentukan panitia, sempat muncul kekhawatiran terkait pemenuhan anggaran kegiatan, mengingat sumber utama berasal dari sumbangan anggota dan simpatisan yang sempat tersendat.
Namun, seiring berjalannya waktu, dukungan terus mengalir hingga target anggaran dapat terpenuhi, bahkan hingga menjelang akhir waktu (injury time) masih terdapat sumbangan yang masuk. Ia pun menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada para donatur, seraya mendoakan agar seluruh kontribusi menjadi amal saleh dan mendapat balasan pahala dari Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, Maradaman juga mengangkat dua kearifan lokal dari Padang Bolak, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Bagian Selatan, yakni “Tappal marsipagodangan, udut marsipaginjangan” serta “Tor marsitatapan, rura marsitopotan.” Nilai-nilai ini mencerminkan semangat gotong royong, saling mendukung, dan menutupi kekurangan satu sama lain demi terciptanya keharmonisan dan kekuatan kolektif dalam masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa filosofi tersebut menggambarkan hubungan sosial yang seimbang—yang berada di atas memperhatikan dan membantu yang di bawah, sementara yang di bawah memahami posisinya—sehingga tercipta harmoni dalam tatanan kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan kekerabatan Dalihan Na Tolu.
Maradaman meyakini bahwa nilai-nilai kearifan lokal tersebut masih dipegang teguh oleh anggota IGABETUA, khususnya masyarakat Padang Lawas Utara yang berada di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.
(Sumber berita: matatelinga.com)